Roxette duo dari Swedia yang cukup lama malang melintang didunia musik. Mereka adalah Marie Freddericson dan Per Gessle. Album pertama mereka Pearl of Passion cukup berhasil menggebrak pasar musik pada tahun 1986.
Pada pembahasan berikutnya, saya akan memaparkan album-album mereka baik dalam duo Roxette dan solo album masing-masing personel.
Marie Freddericson.
Wanita kelahiran Swedia, 30 Mei 1958 ini punya karier yang bisa dikatakan terbilang sukses di negara asalnya Swedia, sebelum membentuk Roxette.
Sejak remaja, Marie memiliki ketertarikan pada musik, apalagi setelah ia mengetahui musik seperti The Beatles, Joni Mitchell, Jimi Hendrix, dan Deep Purple.
Saat berusia 17 tahun, ia mendaftar di sekolah musik di Svalov Municipality di Swedia Selatan.
Pada 1979, Marie merupakan salah satu anggota grup punk Strul, sebuah band yang menyelenggarakan festival musik mereka sendiri di era itu.
Tak lama, Strul bubar dan Marie mulai merilis karya solo, album pertamanya, Het Vind dikeluarkan pada 1984.
Dua tahun kemudian, dia membentuk Roxette bersama Per Gessle.
Mereka akhirnya berkolaborasi menyanyikan dan membuat lagu-lagu dan memperoleh keberhasilan moderat di Swedia.
Marie mengaku pernah mendapatkan komentar dari kritikus Swedia yang menyebutkan Roxette tidak akan berhasil.
Menurutnya, para kritikus Amerika seringkali tidak bersahabat.
Namun, Roxette tetap bermusik dengan tampilan segar, Marie dan Gessle tampil dengan potongan rambut runcing.
Roxette mendapatkan ketenaran pada 1980-1990an di mana Marie dikenal karena memiliki suara yang kuat dan performanya yang dinamis ketika di atas panggung.
Ketika merilis album dan single, penjualan menjadi laris manis dan sering ludes terjual dari 50.000 sampai 200.000 kopi.
Album pertama mereka tahun 1986 Pearl Of Passion berhadil membawa gebrakan di dunia musik..
Pada 1987, mereka memulai tur pertama mereka, " Rock Around the Kingdom", sebuah tur bersama Eva Dahlgren dan Ratata.
Selain itu, lagu-lagu Roxette pun sempat masuk dalam tangga lagu Amerika.
Judul lagu "Just for a Day" masuk dalam sepuluh hits teratas di Svensktoppen atau tangga lagu mingguan di Sveriges Radio.
Selanjutnya, mereka merilis album studio kedua, "Look Sharp!" pada 21 Oktober 1988 dan memperoleh kesuksesan komersial langsung di Swedia.
Terbukti, album itu terjual lebih dari 140.000 kopi dalam sepuluh hari rilis.
Duo ini, bagaimanapun, menerobos Amerika Serikat pada tahun 1989 dengan single "The Look" yang menjadi hits lokal sebelum akhirnya mencapai urutan No.1 di chart Hot 100 Billboard.
Tiga single Roxette yang menduduki puncak tangga lagu dalam dua tahun, yakni "Listen to Your Heart", "Joyride", dan "It Must Have Been Love".
Untuk lagu "It Must Have Been Love" digunakan mengisi soundtrack dari film populer Pretty Woman yang dibintangi oleh Julia Roberts dan Richard Gere.
Per Gessle
Pria yang bisa disebut sebagai otaknya Roxette ini adalah pria jenius. Begitu banyak ide yang bisa dia buat untuk menjadi lagu